Langsung ke konten utama

Moms Wajib Tahu, Ternyata 5 Kesalahan Ini Sering Terjadi saat Memandikan Bayi Lho! oleh - melawancorona.uno

Halo sahabat selamat datang di website melawancorona.uno, pada kesempatan hari ini kita akan membahas seputar Moms Wajib Tahu, Ternyata 5 Kesalahan Ini Sering Terjadi saat Memandikan Bayi Lho!, kami sudah mempersiapkan artikel tersebut dengan informatif dan akurat, silahkan membacaMoms, memandikan si kecil tentu saja menjadi rutinitas wajib ya untuk menjaga kebersihannya. Ternyata memandikan si kecil ada aturannya lho! Ada beberapa kesalahan saat memandikan bayi yang wajib Moms ketahui. Agar terhindar dari hal ini, yuk simak tips memandikan bayi secara benar!Bayi cenderung memiliki kulit sensitif. Oleh karena itu, memandikan bayi harus sangat berhati-hati ya Moms.Baca juga: Yuk, Ketahui Cara Mencuci Dot Bayi yang Benar dan AmanKesalahan yang paling sering terjadi saat memandikan bayiMemandikan bayi bukan hanya sekedar membersihkannya dengan air, sabun, dan shampo, tetapi terdapat beberapa aturan yang juga perlu Moms perhatikan. Kesalahan memandikan bayi pun tak jarang dialami oleh beb…

Seperti Apakah Pola Asuh Tepat untuk Anak? Ini Penjelasan Ahli oleh - melawancorona.uno

Halo sahabat selamat datang di website melawancorona.uno, pada kesempatan hari ini kita akan membahas seputar Seperti Apakah Pola Asuh Tepat untuk Anak? Ini Penjelasan Ahli oleh - melawancorona.uno, kami sudah mempersiapkan artikel tersebut dengan informatif dan akurat, silahkan membaca

Setiap orang tua pastinya memiliki pola asuh yang berbeda-beda dalam keluarga. Orang tua berusaha untuk menerapkan pola asuh yang dianggap cocok untuk kondisi anak-anak mereka. Namun, tahukah kamu jika para ahli membagi pola asuh ke dalam empat jenis yang berbeda?

Keempat jenis tersebut antara lain pola asuh neglectful atau lalai, authoritarian atau otoriter, permissive atau memanjakan, dan authoritative atau otoritatif. Untuk memahami perbedaan keempat pola asuh tersebut dan mengetahui pola asuh yang tepat untuk anak, berikut penjelasan selengkapnya.

4 jenis pola asuh yang perlu diketahui

1. Neglectful atau lalai

Pola asuh jenis ini sering juga disebut dengan pola asuh yang abai. Di mana orang tua tidak memperlihatkan ketertarikan dalam mengasuh anak.

Ciri-ciri orang tua dengan pola asuh ini antara lain:

  • Acuh tak acuh pada anak, mungkin karena kondisi yang terjadi di luar kendali orang tua
  • Tidak peduli pada kebutuhan fisik dan emosional anak, di luar kebutuhan dasarnya
  • Tidak responsif pada anak
  • Secara fisik maupun emosional tidak terikat dalam kehidupan anak
  • Serta memungkinkan bersikap kasar pada anak

Menurut sebuah penelitian, orang tua yang punya pengalaman pelecehan di masa kecil, memiliki kemungkinan lebih besar untuk menjadi orang tua yang kasar dan 1,4 kali lebih mungkin menjadi orang tua yang lalai.

Efek pola asuh neglectful pada anak

Jika pola asuh ini diterapkan, memungkinkan jika di kemudian hari anak akan mengalami beberapa masalah, seperti:

  • Kesulitan mengendalikan emosi
  • Cenderung mengalami depresi
  • Memiliki kesulitan dalam hal akademik
  • Kesulitan dalam membangun hubungan sosial
  • Antisosial
  • Serta mudah cemas

2. Authoritarian atau otoriter

Pola asuh ini seringkali membuat anak merasa terkekang karena banyaknya aturan dari orang tua. Walaupun di sisi lain, pola asuh ini dianggap baik karena dapat membangun kepribadian anak. Anak menjadi tahu batasan-batasan dalam bertindak.

Berikut ciri-ciri orang tua yang menjalani pola asuh ini:

  • Selalu menetapkan aturan ketat
  • Meminta anak-anak untuk mematuhi semua aturan yang telah dibuat
  • Biasanya, jika tidak mematuhi aturan yang telah dibuat, ada hukuman yang harus dijalani
  • Menaruh harapan yang tinggi pada anak dan ingin anak mewujudkannya
  • Jarang melakukan komunikasi yang terbuka

Efek pola asuh authoritarian pada anak

Seperti yang sudah disebutkan, pola asuh ini dianggap membuat anak paham batasan dalam bertindak. Namun di sisi lain pola asuh ini memiliki sisi negatif, karena dapat menyebabkan beberapa dampak seperti:

  • Anak akan menganggap orang tua sebagai pembuat aturan, bukan sosok yang bisa diandalkan dalam berbagai kondisi
  • Anak cenderung terlibat perilaku nakal, dibanding anak-anak yang dibesarkan dengan pola asuh lainnya.
  • Selain itu, anak-anak yang diasuh dengan pola otoriter lebih banyak murung.

3. Permissive atau memanjakan

Pola asuh permisif atau memanjakan bisa disebut juga pola asuh dengan banyak cinta dan perhatian dari orang tua untuk anak. Karena cinta yang berlebihan itu, justru jadi memanjakan anak dan membuatnya kurang memahami batasan dalam bersikap.

Ciri-ciri dari orang tua yang melakukan pola asuh ini:

  • Tidak memberikan batasan pada anak
  • Tidak berusaha untuk mengendalikan anak
  • Kalaupun membuat aturan, hanya sedikit
  • Memberikan kepercayaan pada anak untuk membuat keputusan sendiri

Efek pola asuh permissive pada anak

Meski pola asuh ini memperlihatkan dengan jelas kasih sayang orang tua pada anak, namun para ahli tidak menganjurkan untuk dilakukan. Lantaran pola asuh ini dapat menyebabkan beberapa efek tidak baik seperti:

  • Seiring dengan bertambah usia, anak mungkin saja mengalami masalah di luar rumah, karena tidak terbiasa dengan adanya batasan atau aturan
  • Sebuah penelitian mengungkapkan anak yang dibesarkan dengan pola asuh ini cenderung menjadi anak korban perundungan atau bullying. Sementara anak-anak yang dibesarkan dengan pola asuh otoriter yang menjadi pelaku perundungan.
  • Penelitian lain menyebutkan bahwa pola asuh ini dapat menyebabkan kegemukan dan masalah gigi pada anak-anak.

4. Authoritative atau otoritatif

Pola asuh ini adalah gabungan antara orang tua yang disipilin menegakkan aturan dan menunjukkan kasih sayang pada anak.

Ciri ciri pola asuh otoritatif adalah sebagai berikut:

  • Menetapkan aturan atau batasan jelas dan konsisten
  • Memberikan kepercayaan kepada anak, sehingga anak merasa mampu mencapai tujuan yang sudah ditetapkan sebelumnya
  • Memberikan dukungan positif pada setiap kegiatan anak, namun juga bisa melakukan tukar pendapat dengan anak jika dirasa perlu adanya masukan dalam menjalani suatu keputusan
  • Mau mendengarkan keluhan anak

Efek pola asuh otoritatif pada anak

Pola asuh ini dianggap dapat membentuk anak tumbuh dengan kepribadian positif. Anak juga akan melihat orang tua dengan wibawanya. Pola asuh ini juga dapat membuat anak lebih percaya diri, karena merasa didukung orang tuanya.

Sayangnya, para ahli menilai pola asuh ini tidak mudah untuk dijalani. Karena orang tua harus bersabar setiap kali anak mengungkapkan masalah yang dihadapinya. Orang tua juga membutuhkan kesabaran untuk bertukar pikiran dengan anak, hingga mencapai suatu kesepakatan tertentu.

Bagaimana pola asuh yang tepat untuk anak?

Dilansir dari greatschools.org, pola asuh otoritatif dianggap yang paling tepat dan efektif. Karena orang tua dianggap ikut terlibat dalam berbagai aspek pertumbuhan anak. Orang tua berusaha empati pada kondisi anak, namun juga tetap memiliki aturan yang konsisten.

Tapi kembali lagi seperti yang sudah disebutkan sebelumnya jika pola asuh ini tidak mudah dijalankan. Karena orang tua membutuhkan kemampuan untuk tegas, di waktu yang bersamaan juga bisa tenang dalam mengambil keputusan yang sesuai dengan anak.

Jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter terkait dengan masalah kesehatan kamu di aplikasi Grab Health. Dokter terpercaya kami akan membantu dengan layanan 24/7. Yuk berkonsultasi sekarang!

Itulah tadi informasi mengenai Seperti Apakah Pola Asuh Tepat untuk Anak? Ini Penjelasan Ahli oleh - melawancorona.uno dan sekianlah artikel dari kami melawancorona.uno, sampai jumpa di postingan berikutnya. selamat membaca.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

6 Kandungan Rokok dan Bahayanya yang Perlu Kamu Waspadai oleh - melawancorona.uno

Halo sahabat selamat datang di website melawancorona.uno, pada kesempatan hari ini kita akan membahas seputar 6 Kandungan Rokok dan Bahayanya yang Perlu Kamu Waspadai oleh - melawancorona.uno, kami sudah mempersiapkan artikel tersebut dengan informatif dan akurat, silahkan membacaBukan hal baru lagi, kandungan rokok dapat membahayakan kesehatan. Oleh karena itu, merokok dalam jangka panjang akan merusak hampir semua organ dalam tubuh.Meski banyak informasi tentang bahaya kandungan rokok, masih saja banyak orang yang merokok. Bahaya rokok sendiri bukan hanya dirasakan oleh mereka yang merokok tapi juga orang sekitar yang menghirup asap rokok.Kandungan rokokMenurut data Kementerian Kesehatan seperti dikutip dari kemenkes.go.id, di dalam sebatang rokok setidaknya terkandung ribuan zat. Yaitu 4.000 jenis senyawa kimia, 400 zat berbahaya, dan 43 zat karsinogenik yang menyebabkan kanker. Bahan kimia yang terdapat dalam rokok juga digunakan dalam beberapa produk yang kita gunakan sehari-har…

Jangan Asal Pilih, Ini Obat Tetes Mata untuk Bayi yang Perlu Kamu Tahu oleh - melawancorona.uno

Halo sahabat selamat datang di website melawancorona.uno, pada kesempatan hari ini kita akan membahas seputar Jangan Asal Pilih, Ini Obat Tetes Mata untuk Bayi yang Perlu Kamu Tahu oleh - melawancorona.uno, kami sudah mempersiapkan artikel tersebut dengan informatif dan akurat, silahkan membacaKetika orang dewasa merasakan gatal atau sakit pada mata, ada beberapa obat mata yang bisa digunakan secara langsung. Namun jika hal itu terjadi pada bayi, sebaiknya kamu lebih berhati-hati memilihnya. Berikut ini beberapa obat tetes mata untuk bayi.Obat tetes mata untuk bayi Bayi memang sangat rentan terkena penyakit. Salah satunya adalah pada bagian mata yaitu konjungtivitis atau peradangan yang menyebabkan mata merah pada bayi. Radang pada mata bayi ini menyerang membran yang melindungi kelopak mata dan bagian putih mata. Jika penyakit ini terjadi, maka pembuluh darah pada mata bayi akan sangat terlihat jelas. Akibatnya, bayi juga bisa mengeluarkan cairan putih agak berwarna kekuningan dari…

Awas Kekurangan Protein Juga Berbahaya bagi Tubuh, Ini Efeknya oleh - melawancorona.uno

Halo sahabat selamat datang di website melawancorona.uno, pada kesempatan hari ini kita akan membahas seputar Awas Kekurangan Protein Juga Berbahaya bagi Tubuh, Ini Efeknya oleh - melawancorona.uno, kami sudah mempersiapkan artikel tersebut dengan informatif dan akurat, silahkan membacaProtein merupakan zat penting yang sangat dibutuhkan oleh tubuh. Bagaimana jika tubuh kekurangan protein? Berikut penjelasan mengenai efek kekurangan protein yang bisa berbahaya bagi tubuh, simak penjelasannya di bawah ini!Baca Juga: Tak Kalah dari Daging, Ini 8 Makanan Lain yang Kaya akan ProteinEfek kekurangan protein bagi tubuhProtein merupakan salah satu nutrisi penting bagi tubuh untuk membantu membangun otot dan jaringan tubuh. Tetapi protein tidak bisa terlalu lama di dalam tubuh. Inilah efek kekurangan protein yang membahayakan tubuh kamu, antara lain:Kondisi yang terjadi jika tubuh kekurangan protein. Foto: https://www.qatarday.comSebabkan edemaEfek kekurangan protein yang pertama adalan edema