Langsung ke konten utama

Moms Wajib Tahu, Ternyata 5 Kesalahan Ini Sering Terjadi saat Memandikan Bayi Lho! oleh - melawancorona.uno

Halo sahabat selamat datang di website melawancorona.uno, pada kesempatan hari ini kita akan membahas seputar Moms Wajib Tahu, Ternyata 5 Kesalahan Ini Sering Terjadi saat Memandikan Bayi Lho!, kami sudah mempersiapkan artikel tersebut dengan informatif dan akurat, silahkan membacaMoms, memandikan si kecil tentu saja menjadi rutinitas wajib ya untuk menjaga kebersihannya. Ternyata memandikan si kecil ada aturannya lho! Ada beberapa kesalahan saat memandikan bayi yang wajib Moms ketahui. Agar terhindar dari hal ini, yuk simak tips memandikan bayi secara benar!Bayi cenderung memiliki kulit sensitif. Oleh karena itu, memandikan bayi harus sangat berhati-hati ya Moms.Baca juga: Yuk, Ketahui Cara Mencuci Dot Bayi yang Benar dan AmanKesalahan yang paling sering terjadi saat memandikan bayiMemandikan bayi bukan hanya sekedar membersihkannya dengan air, sabun, dan shampo, tetapi terdapat beberapa aturan yang juga perlu Moms perhatikan. Kesalahan memandikan bayi pun tak jarang dialami oleh beb…

Mengenal Emfisema, Penyakit Mematikan yang Menyerang Paru-Paru oleh - melawancorona.uno

Halo sahabat selamat datang di website melawancorona.uno, pada kesempatan hari ini kita akan membahas seputar Mengenal Emfisema, Penyakit Mematikan yang Menyerang Paru-Paru oleh - melawancorona.uno, kami sudah mempersiapkan artikel tersebut dengan informatif dan akurat, silahkan membaca

Penyakit emfisema adalah penyakit yang muncul akibat rusaknya kantung-kantung udara (alveoli) di paru-paru yang terjadi secara bertahap.

Bersama dengan asma dan bronkitis kronis, emfisema juga termasuk dalam kelompok penyakit paru-paru yang dikenal sebagai penyakit paru obstruktif kronis (PPOK).

Baca Juga: Bintik Merah pada Kulit, Yuk, Kenali Jenis dan Penyebabnya

Penyakit emfisema masuk dalam penyakit paru obstruktif kronis

Penyakit paru obstruktif kronis (PPOK) adalah penyakit yang ditandai oleh keterbatasan aliran udara di saluran napas yang tidak sepenuhnya bisa keluar masuk dengan baik.

Kesulitan dalam mengeluarkan udara dari paru-paru dapat menyebabkan sesak napas atau perasaan lelah karena usaha yang lebih keras untuk bernapas.

Pada 2002, bahkan PPOK menjadi penyebab kematian kelima di dunia dan bronkhitis kronis serta emfisema menjadi penyebab yang paling berkontribusi.

Penyakit emfisema penyebab kematian paling tinggi

penyakit emfisema
Kondisi paru-paru yang terkena emfisema. Foto: https://www.britannica.com

Mengutip dari jurnal kedokteran Universitas Lampung, penyakit emfisema merupakan kontributor terbesar pada kasus penyakit paru obstruktif kronis.

Jurnal tersebut mengatakan bahwa menurut survey penderita PPOK di 17 Puskesmas di Jawa Timur ditemukan prevalensi emfisema paru 13,5 persen, bronkhitis kronis 13,1 persen, dan asma 7,7 persen.

Selain itu, menurut World Health Organization (WHO), pada 2002 PPOK menempati urutan kelima sebagai penyebab kematian di dunia. Bahkan, WHO memprediksi di 2030 PPOK akan menempati urutan ketiga sebagai penyebab kematian di dunia.

Emfisema juga menjadi penyakit pernapasan yang dapat menyebabkan kerusakan pada alveolar paru.

Ketika kamu menghembuskan napas, alveoli yang rusak tidak bekerja dengan baik dan udara lama menjadi terperangkap. Hingga tidak ada ruang bagi udara segar yang kaya akan oksigen untuk masuk.

Penyebab penyakit emfisema

Penyebab utama penyakit emfisema adalah paparan iritasi udara yang terjadi dalam jangka waktu yang cukup panjang.

Beberapa di antaranya seperti:

Merokok

Merokok menjadi faktor nomor satu sebagai penyebab terserang penyakit emfisema. Merokok tidak hanya menghancurkan jaringan paru-paru, tetapi juga mengiritasi saluran udara.

Kondisi ini menyebabkan peradangan dan kerusakan pada silia yang melapisi saluran bronkial. Hal ini menyebabkan saluran udara bengkak, produksi lendir, dan kesulitan membersihkan saluran udara. Semua perubahan ini dapat menyebabkan sesak napas.

Menurut American Lung Association, merokok membunuh lebih dari 480.000 orang Amerika per tahun, dan 80 persen dari kematian itu disebabkan oleh PPOK akibat penyakit emfisema.

Merokok mariyuana

Merokok mariyuana atau ganja dalam jangka waktu yang lama juga dapat menyebabkan penyakit emfisema.

Sebuah laman kesehatan, WebMD.com melakukan wawancara dengan Christopher Gallagher, asisten profesor klinis di University of Pennsylvania Cancer Center.

Dalam wawancara tersebut, Chris mengatakan bahwa klinik mereka menemukan beberapa kasus anak muda yang merokok mariyuana tanpa riwayat merokok tembakau. Mereka didiagnosis memiliki masalah paru-paru yang berkembang menjadi penyakit emfisema.

“Pengguna mariyuana untuk rekreasi, memiliki kasus diagnosis terhadap gejala kanker paru-paru. Tentu masuk akal untuk mencurigai ada hubungan antara merokok mariyuana dengan pengembangan emfisema,” ungkapnya.

Polusi udara

The Journal of American Medical Association mengeluarkan studi yang mengatakan bahwa paparan polusi udara mampu menjadi penyebab seseorang terkena penyakit emfisema.

Studi yang dilakukan antara 2000 dan 2018, menemukan bahwa pengembangan penyakit emfisema bisa terjadi pada orang yang terkena paparan polusi udara yang bahkan tidak merokok.

Studi ini meneliti efek kesehatan gabungan dari beberapa polutan udara seperti Partikulat udara (PM2.5), nitrogen oksida, dan karbon hitam terhadap emfisema.

Penelitian diukur melalui pencitraan paru-paru dan pengujian fungsi paru-paru yang melibatkan lebih dari 7.000 partisipan pria dan wanita.

Orang yang paling berisiko terkena penyakit emfisema

Menurut American Lung Association, pada 2011 lebih dari 4,5 juta orang di Amerika Serikat menderita penyakit emfisema. Mayoritas orang-orang ini berusia di atas 65 tahun. Pria dan wanita memiliki risiko yang sama untuk terkena penyakit ini.

Beberapa orang dengan faktor risiko tertinggi

Perokok aktif

Bagi perokok aktif, tembakau adalah penyebab utama terjadinya emfisema pada paru-paru mereka. Semakin banyak kamu merokok, semakin tinggi risiko mengembangkan emfisema.

Perokok pasif

Paparan tembakau dan emisi yang dikeluarkan oleh tembakau terhadap perokok pasif juga meningkatkan risiko bagi perokok pasif terkena penyakit emfisema.

Perokok mariyuana

Perokok mariyuana secara teratur dalam jangka waktu yang cukup panjang juga dapat menyebabkan emfisema.

Orang yang tinggal di wilayah terpapar polusi

Orang yang tinggal atau bekerja di daerah yang terpapar polusi tinggi, asap bahan kimia, atau iritasi paru-paru berisiko lebih tinggi terkena emfisema.

Faktor genetik

Faktor genetik juga dapat menjadi penyebab orang terserang emfisema sejak dini. Namun diakui juga kalau kasus genetik pada emfisema masih jarang terjadi.

Faktor usia

Kebanyakan orang dengan emfisema yang berhubungan dengan tembakau mulai mengalami gejala penyakit antara usia 40 dan 60 tahun.

Pajanan asap atau debu di tempat kerja

Jika kamu menghirup asap dari bahan kimia tertentu atau debu dari biji-bijian, kapas, kayu atau produk pertambangan, kamu lebih mungkin terkena emfisema. Risiko ini bahkan lebih besar jika kamu juga merokok.

Paparan polusi dalam dan luar ruangan

Menghirup polutan dalam ruangan, seperti asap dari bahan bakar pemanas, serta polutan luar seperti knalpot kendaraan bermotor akan berisiko meningkatkan penyakit emfisema.

Gejala penyakit emfisema

Pada penderita emfisema, volume paru-paru akan menjadi lebih besar dibandingkan dengan orang yang sehat, karena karbon dioksida yang seharusnya dikeluarkan dari paru-paru terperangkap didalamnya.

Akibatnya, tubuh tidak mendapatkan oksigen yang diperlukan hingga membuat orang dengan emfisema menjadi sulit bernapas. Penderita pun akan mengalami batuk kronis dan sesak napas.

Pada beberapa kasus, banyak orang mengalami emfisema selama bertahun-tahun tanpa menyadarinya. Seringkali, gejala yang dialami baru akan terjadi apabila 50 persen atau lebih dari jaringan paru-paru telah rusak.

Sampai saat itu, mungkin kamu bisa waspada jika kamu adalah orang yang memiliki faktor risiko dan mengalami beberapa gejala ringan seperti:

  • Mengi
  • Sesak dada
  • Sesak napas
  • Mudah merasa lelah
  • Penurunan berat badan
  • Peningkatan produksi lendir
  • Produksi lendir jangka panjang
  • Napas tersengal-sengal, terutama saat latihan ringan
  • Batuk jangka panjang atau “batuk perokok”
  • Detak jantung lebih cepat dari biasanya
  • Batuk, terutama saat berolahraga atau melakukan aktivitas fisik

Diagnosis penyakit emfisema

Saat kamu mengalami gejala-gejala awal emfisema, dokter masih belum bisa memastikan apakah kamu benar -benar mengalami penyakit tersebut. Karena diagnosis penyakit emfisema tidak dapat dilakukan hanya berdasarkan gejala.

Dokter perlu melakukan beberapa tes untuk memastikan apakah kamu sedang mengalami emfisema atau tidak. Beberapa tes yang mungkin akan dilakukan adalah:

Menggunakan stetoskop

Pada tahap awal, dokter mungkin akan melakukan satu tes sederhana. Tes dilakukan dengan mengetuk dada dan mendengarkan dengan stetoskop apakah suara yang terdengar hampa.

Jika ada, maka berarti udara sedang terperangkap di paru-paru.

Sinar X

Walaupun penggunaan sinar X tidak berguna untuk mendeteksi tahap awal emfisema. Namun, sinar X dapat membantu mendiagnosis kasus sedang atau berat.

Penggunaan sinar X bisa dilakukan melalui rontgen dada polos atau CAT (computer-aided tomography). Setelah tes selesai, pembacaannya akan dibandingkan dengan sinar X paru-paru yang sehat atau normal.

Sinar X sering digunakan untuk melakukan diagnosis penyakit emfisema. Foto: Freepik.com

Pulse oximetry

Tes pulse oximetri juga dikenal sebagai tes saturasi oksigen. Pulse oximetry digunakan untuk mengukur kandungan oksigen dalam darah. Tes ini dilakukan dengan menempelkan monitor ke jari, dahi, atau daun telinga seseorang.

Tes fungsi spirometri dan paru (PFT)

Tes fungsi spirometri dan paru (PFT) adalah salah satu tes yang paling berguna untuk menentukan penyumbatan saluran napas.

Spirometri atau PFT menguji volume paru-paru dengan mengukur aliran udara saat pasien menghirup dan menghembuskan napas.

Tes ini dilakukan dengan mengambil napas dalam-dalam dan kemudian meniup ke dalam tabung yang dihubungkan ke mesin khusus.

Gas darah arteri

Tes gas darah arteri ini mengukur jumlah oksigen dan karbon dioksida dalam darah dari arteri. Ini adalah tes yang sering digunakan saat emfisema memburuk. Tes ini sangat membantu dalam menentukan apakah pasien membutuhkan oksigen ekstra.

Tes laboratorium untuk mendiagnosis penyakit emfisema

Tes laboratorium akan menguji darah kamu untuk menentukan seberapa baik paru-paru kamu menyalurkan oksigen dan menghilangkan karbondioksida dari aliran darah.

Tingkatan penyakit emfisema

Saat kamu didiagnosis mengalami penyakit emfisema, dokter mungkin akan memberikan beberapa masukan dan keterangan tentang tingkat stadium emfisema yang kamu alami.

Beberapa tingkatan penyakit emfisema yang biasanya terjadi adalah:

Berisiko

Tingkatan emfisema berisiko adalah kondisi yang terjadi pada orang yang memiliki pernapasan normal saat dilakukan tes.

Namun, memiliki kemungkinan gejala ringan seperti batuk yang sedang berlangsung dan peningkatan produksi lendir.

Tingkatan ringan

Tingkatan penyakit emfisema ringan adalah kondisi yang terjadi pada orang yang menunjukkan penyumbatan pada aliran udara ringan saat melakukan tes pernapasan.

Pada kondisi ini kamu akan memiliki gejala termasuk batuk yang sedang berlangsung dan produksi lendir yang berlebihan. Namun meskipun begitu, kamu mungkin tidak merasakan efek kekurangan udara.

Tingkatan sedang

Pada beberapa kasus, orang dengan tingkatan sedang adalah orang yang mulai mencari bantuan medis karena telah merasakan penurunan aliran udara.

Gejala yang dirasakan pada tingkatan ini biasanya seperti sesak napas saat beraktivitas fisik.

Tingkatan berat

Orang dengan kondisi emfisema pada tingkatan berat akan menunjukkan gejala aliran udara terbatas yang parah.

Pengobatan penyakit emfisema

Penyakit emfisema dan beberapa penyakit PPOK tidak dapat disembuhkan. Namun, meskipun begitu, beberapa jenis perawatan dapat membantu meringankan gejala dan memperlambat perkembangan penyakit.

Beberapa jenis perawatan yang bisa dilakukan adalah:

Obat-obatan

Penggunaan obatan-obatan untuk perawatan penyakit emfisema tergantung pada keparahan gejala yang kamu alami. Beberapa jenis obat yang direkomendasikan adalah:

Bronkodilator

Obat-obatan ini dapat membantu meredakan batuk, sesak napas, dan masalah pernapasan dengan merelaksasi saluran udara.

Obat ini digunakan untuk membantu agar saluran udara menjadi terbuka dan membuat pernapasan lebih mudah.

Steroid hirup

Steroid yang digunakan untuk perawatan emfisema adalah steroid yang dihirup. Steroid dihirup sebagai semprotan aerosol untuk mengurangi peradangan dan dapat membantu meringankan sesak napas.

Antibiotik

Antibiotik bisa digunakan jika kamu memiliki infeksi bakteri, seperti bronkitis akut atau pneumonia, antibiotik sesuai.

Terapi

Ada beberapa jenis terapi yang bisa dilakukan untuk meringankan gejala emfisema, seperti:

Terapi rehabilitasi paru-paru

Program rehabilitasi paru akan memberikan kamu beberapa teknik untuk melakukan latihan pernapasan yang akan membantu mengurangi sesak napas yang kamu rasakan.

Terapi nutrisi

Pada tahap awal penyakit emfisema, banyak orang perlu menurunkan berat badan, sementara orang dengan emfisema tahap akhir sering perlu menambah berat badan.

Oleh karena itu, kamu perlu mendapatkan saran untuk melengkapi nutrisi yang tepat.

Terapi oksigen

Pada kondisi emfisema berat dengan kadar oksigen dalam darah yang rendah, kamu bisa menggunakan oksigen secara teratur di rumah.

Banyak orang menggunakan oksigen selama 24 jam sehari. Biasanya diberikan melalui pipa kecil yang sesuai dengan lubang hidung kamu.

Operasi sebagai pengobatan penyakit emfisema

Langkah operasi akan disarankan oleh dokter melihat tingkat keparahan penyakit emfisema yang kamu alami.

Jika kamu memiliki pertanyaan terkait penyakit emfisema, silakan chat langsung dengan dokter kami untuk konsultasi. Caranya, buka aplikasi Grab kemudian pilih fitur Kesehatan, atau langsung klik di sini.

Itulah tadi informasi mengenai Mengenal Emfisema, Penyakit Mematikan yang Menyerang Paru-Paru oleh - melawancorona.uno dan sekianlah artikel dari kami melawancorona.uno, sampai jumpa di postingan berikutnya. selamat membaca.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

6 Kandungan Rokok dan Bahayanya yang Perlu Kamu Waspadai oleh - melawancorona.uno

Halo sahabat selamat datang di website melawancorona.uno, pada kesempatan hari ini kita akan membahas seputar 6 Kandungan Rokok dan Bahayanya yang Perlu Kamu Waspadai oleh - melawancorona.uno, kami sudah mempersiapkan artikel tersebut dengan informatif dan akurat, silahkan membacaBukan hal baru lagi, kandungan rokok dapat membahayakan kesehatan. Oleh karena itu, merokok dalam jangka panjang akan merusak hampir semua organ dalam tubuh.Meski banyak informasi tentang bahaya kandungan rokok, masih saja banyak orang yang merokok. Bahaya rokok sendiri bukan hanya dirasakan oleh mereka yang merokok tapi juga orang sekitar yang menghirup asap rokok.Kandungan rokokMenurut data Kementerian Kesehatan seperti dikutip dari kemenkes.go.id, di dalam sebatang rokok setidaknya terkandung ribuan zat. Yaitu 4.000 jenis senyawa kimia, 400 zat berbahaya, dan 43 zat karsinogenik yang menyebabkan kanker. Bahan kimia yang terdapat dalam rokok juga digunakan dalam beberapa produk yang kita gunakan sehari-har…

Jangan Asal Pilih, Ini Obat Tetes Mata untuk Bayi yang Perlu Kamu Tahu oleh - melawancorona.uno

Halo sahabat selamat datang di website melawancorona.uno, pada kesempatan hari ini kita akan membahas seputar Jangan Asal Pilih, Ini Obat Tetes Mata untuk Bayi yang Perlu Kamu Tahu oleh - melawancorona.uno, kami sudah mempersiapkan artikel tersebut dengan informatif dan akurat, silahkan membacaKetika orang dewasa merasakan gatal atau sakit pada mata, ada beberapa obat mata yang bisa digunakan secara langsung. Namun jika hal itu terjadi pada bayi, sebaiknya kamu lebih berhati-hati memilihnya. Berikut ini beberapa obat tetes mata untuk bayi.Obat tetes mata untuk bayi Bayi memang sangat rentan terkena penyakit. Salah satunya adalah pada bagian mata yaitu konjungtivitis atau peradangan yang menyebabkan mata merah pada bayi. Radang pada mata bayi ini menyerang membran yang melindungi kelopak mata dan bagian putih mata. Jika penyakit ini terjadi, maka pembuluh darah pada mata bayi akan sangat terlihat jelas. Akibatnya, bayi juga bisa mengeluarkan cairan putih agak berwarna kekuningan dari…

Awas Kekurangan Protein Juga Berbahaya bagi Tubuh, Ini Efeknya oleh - melawancorona.uno

Halo sahabat selamat datang di website melawancorona.uno, pada kesempatan hari ini kita akan membahas seputar Awas Kekurangan Protein Juga Berbahaya bagi Tubuh, Ini Efeknya oleh - melawancorona.uno, kami sudah mempersiapkan artikel tersebut dengan informatif dan akurat, silahkan membacaProtein merupakan zat penting yang sangat dibutuhkan oleh tubuh. Bagaimana jika tubuh kekurangan protein? Berikut penjelasan mengenai efek kekurangan protein yang bisa berbahaya bagi tubuh, simak penjelasannya di bawah ini!Baca Juga: Tak Kalah dari Daging, Ini 8 Makanan Lain yang Kaya akan ProteinEfek kekurangan protein bagi tubuhProtein merupakan salah satu nutrisi penting bagi tubuh untuk membantu membangun otot dan jaringan tubuh. Tetapi protein tidak bisa terlalu lama di dalam tubuh. Inilah efek kekurangan protein yang membahayakan tubuh kamu, antara lain:Kondisi yang terjadi jika tubuh kekurangan protein. Foto: https://www.qatarday.comSebabkan edemaEfek kekurangan protein yang pertama adalan edema